Wednesday, 30 September 2015

KISAH MAT REMPIT INSAF SELEPAS 24 TAHUN TAK KENAL SEJADAH.

Aku mat rempit, setiap malam aktiviti aku dipenuhi dengan aktiviti belumbe muto di Area Kuala Ganu.

SERIUS aku mengaku 24 tahun hidup, aku memang dop kenal tikor sembahyang…apatah lagi nok GI surau bala atau majlis ilmu..

JAUH…
Ayoh ngan MOK aku dop tahu nok buat mende (buntu).. 

bebelan MOK dan penampOr singgang AYOH jadi rutin harian aku ..BUKAN niat aku untuk membuka AIB aku ATAU sesiapa…tapi hanya sekadar BERKONGSI dengan saeng2..
MAT REMPIT MENGAJI

KENAL USTAZ AZHAR

Aku x brehi dengor ceramah agama. Sehinggalah aku dengo ayat ni dari ustaz Azhar.

Katanya ” Mung nok jadi mat rempit, jadi artis ker,,jadi mende2 pown..dop SALOH.. Tapi dengan syarat kene ikut syariat Islam..

Doh nok buat guane memang mung wahi bawok mutor laju…Islam dop sekat…asalkan time semayang,,mung sembahyang…time gi surau…mung gi surau…

NABI pown suh ayah2 ajar anok2 nek kuda…KUDA zaman lening mutorsikal r..”

satu agi..”Mung nok bawok orang puan atah mutor dop saloh..BULEH…tapi dengan syarat…mung letok ayah orang puan tu tengoh2…”HAHA

Alhamdulillah, aku mula SOLAT cukup lima waktu…aku tahu mok ngan ayoh aku suke sangat tengok aku beruboh…sebab sebelum gi kuliah Ustaz Azhar..dapat duit isi minyak rm 20..masyuk..

huhu..mungkin gembira bedooh(teramat) tengok aku beruboh..siap SPONSER minyak 2T agi bulan2..

selama ni dop bau laa…Hok paling aku suke…awek aku pakai tudung doh..name yer Fatin (bukan name sebenor..tapi memang COMEL r boh..tengok ayat r..haha)

START BELAJAR AL-QURAN DARI KOSONG

Aku start mengaji quran.Bukan senang nk ngaji, apatah lagi aku dekat 20 tahun x sentuh quran pung.

Last skali,aku dihadiahkan quran rumi oleh ayoh aku. Senang molek nk bace. doh la ada terjemahan setiap perkataan sekali.

Aku syorkan sesiapa yg baru nk belajar quran lewat umur macam aku ni,molek la cari,. x pung v hadioh ke tok hok keras lidoh.
 



Wakakaka.
aku nasihat ni bukan apa, bulih la jugok pahala kalau sain2 ambe ikut nasihat ni.


NAK ORDER? WHATSAPP/SMS KE +60 19-635 8656
@
Klik je link BIRU ni untuk direct wassap




Monday, 28 September 2015

APA HUKUM WANITA BACA QURAN KETIKA DATANG HAID?

Seorang gadis bertanya kepada Ustaz Azhar
"Ustaz, betul ke wanita haid boleh baca quran? Sebab sy pernah dgr seorang alim cakap boleh ”
USTAZ AZHAR MENJAWAB 
"Perbuatan membaca Quran ketika datang haid adalah HARAM mengikut Jumhur ulama’ . Dan hanya mazhab maliki yg membenarkan.
Walaubagaimanapun, diharuskan ketika darurat.
contohnya hafizah yang ingin menjaga hafalan"

quran, haid, quran & haid, ustaz azhar idrus, hukum, cara mudah belajar quran, cara cepat belajar quran

RAMAI TAK PANDAI BACA QURAN

Generasi sekarang, ramai tak pandai baca quran. Bukan anak muda je, yg dh berumah tangga pun ada yg masih merangkak mengeja huruf. Sebab itu masalah sosial semakin berleluasa.
Ramai sekarang semakin jauh dengan panduan manusia, iaitu Al-quran. Jika ia dibiarkan, kita akan melahirkan generasi yg buta quran dan dimurkai Allah.

CARA ASAS BELAJAR AL-QURAN BAGI ORANG DEWASA

Mengikut kajian kami ada 1 cara paling mudah untuk mulakan belajar mengaji. Terutamanya untuk org dewasa. Kaedah ini sangat berkesan. Simple,tapi power.
Hadiahkan mereka “Quran rumi”.
Pengguna Quran ini boleh mengaji dengan tulisan yg biasa kita guna, iaitu rumi.
Dari 10 orang, 9 orang dari mereka akan exited dengan TEKNIK BIASA yg mereka tak pernah guna.
Jika sebelum ini duduk depan quran 5 minit.
Selepas gunakan teknik ni, peningkatan masa mereka bersama alquran akan meningkat sehingga 20x ganda.
Macamana tu??
Sebab "Quran Rumi" ini membolehkan kita mengaji, meskipun yg tak pernah belajar quran dari kecil.
quran, haid, quran & haid, ustaz azhar idrus, hukum, cara mudah belajar quran, cara cepat belajar quran

Saturday, 26 September 2015

3 Amalan Ibu Mengandung untuk Anak Hafaz Quran

Ingin punya anak yang hafal Al Qur’an? Cara yang dilakukan oleh Rasya el-Ghayyar, ibu dari 3 hafizh termuda di dunia (Tabarak, Yazid, Zeenah), Boleh kita amalkan.

Ketika Rasya hamil, ia melakukan sedikitnya tiga hal yang terkait langsung dengan cita-cita memiliki anak penghafal Qur’an:

1. Banyak Tilawah

Doktor yang menjadi dosen di Batterje Medical College itu biasa membaca Al Qur’an sejak sebelum menikah. Ketika ia hamil, kebiasaan tilawah itu terus ia lakukan. Bahkan bisa lebih banyak dari hari-hari sebelumnya.

2. Menghafal Al Qur’an

Selain banyak tilawah, Rasya juga berusaha menambah hafalannya ketika ia mengandung baik anak pertama (Tabarak), anak kedua (Yazeed), maupun anak ketiga (Zeenah).

3. Berdoa

Rasya sering memanjatkan doa khusus pada waktu hamil. Ia berdoa sebagaimana doa istri Imran yang mulia:

رَبِّ إِنِّي نَذَرْتُ لَكَ مَا فِي بَطْنِي مُحَرَّرًا فَتَقَبَّلْ مِنِّي إِنَّكَ أَنْتَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ

“Ya Tuhanku, sesungguhnya aku menadzarkan kepada Engkau anak yang ada dalam kandunganku menjadi hamba yang shalih dan berkhidmat. Karena itu, terimalah (nadzar) itu dariku. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui” (QS. Ali Imran: 35)

Sembari berdoa, Rasya menadzarkan anaknya menjadi anak yang taat kepada Allah dan berbakti untuk Al Qur’an.

Biidznillah, doa itu kemudian dikabulkan Allah. Tabarak yang lahir pada 20 Dzulhijjah 1423 H bertepatan dengan 22 Februari 2003, mulai menghafal Al Qur’an pada usia 3 tahun dan menjadi hafizh pada usia 4,5 tahun. Ia lulus ujian al Jamiyyah al Khairiyah li Tahfizh al Qur’an al Karim di Jeddah dan al Hai’ah al ‘Alamiyah li Ta’lim al Qur’an al Karim milik Rabithah al ‘Alam al Islami dengan predikat mumtaz (cumlaude). Tabarak tercatat sebagai hafiz termuda di dunia.

Anak kedua, Yazid Tamamuddin juga hafal Al Qur’an 30 juz pada usia 4,5 tahun. Ia bahkan mendapatkan nilai lebih tinggi dari kakaknya. Meskipun sama-sama mumtaz, Tabarak mendapat nilai 90 dan Yazeed mendapat nilai 95.

Anak ketiga juga demikian. Zeenah el Laboody hafal Al Qur’an 30 juz pada usia kurang dari lima tahun.

Akhirnya, jadilah ketiganya menjadi 3 hafiz termuda di dunia. Masya Allah…



Mahu tahu cara mudah baca quran?

019-960 4616
Azya

11 Adab ketika membaca al-Quran

Adab-Adab Membaca Al-Qur’an
Bagi seorang Muslim yang membaca Al-Qur’an hendaknya melazimi adab-adab membaca Al-Qur’an yang diajarkan Islam di dalam Al-Qur’an maupun as-Sunnah. Dengan melazimi adab berikut ini Insya Allah  bacaan Al-Qur’an kita akan menjadi ibadah yang diterima Allah. Di antara adab mulia tersebut yaitu:



Membaca Al-Qur’an dengan niat ikhlas untuk beribadah kepada Allah
Orang yang tidak ikhlas di dalam membaca Al-Qur’an maka mereka termasuk dalam tiga golongan yang pertama kali diseret dan dilempar ke nereka.

“…Sesungguhnya manusia pertama yang diadili pada hari kiamat adalah orang yang mati syahid di jalan Allah. Ia didatangkan dan diperlihatkan kepadanya kenikmatan-kenikmatan (yang diberikan di dunia), lalu ia pun mengenalinya. Allah bertanya kepadanya : ‘Amal apakah yang engkau lakukan dengan nikmat-nikmat itu?’ Ia menjawab : ‘Aku berperang semata-mata karena Engkau sehingga aku mati syahid. Allah berfirman : ‘Engkau dusta! Engkau berperang supaya dikatakan seorang yang gagah berani. Memang demikianlah yang telah dikatakan (tentang dirimu).’ Kemudian diperintahkan (malaikat) agar menyeret orang itu atas mukanya (tertelungkup), lalu dilemparkan ke dalam neraka. Berikutnya orang (yang diadili) adalah seorang yang menuntut ilmu dan mengajarkannya serta membaca al-Qur-an. Ia didatangkan dan diperlihatkan kepadanya kenikmatan-kenikmatannya, maka ia pun mengakuinya. Kemudian Allah menanyakannya: ‘Amal apakah yang telah engkau lakukan dengan kenikmatan-kenikmatan itu?’ Ia menjawab: ‘Aku menuntut ilmu dan mengajarkannya serta aku membaca al-Qur-an hanyalah karena engkau.’ Allah berkata : ‘Engkau dusta! Engkau menuntut ilmu agar dikatakan seorang ‘alim (yang berilmu) dan engkau membaca al-Qur-an supaya dikatakan seorang qari’ (pembaca al-Qur-an yang baik). Memang begitulah yang dikatakan (tentang dirimu).’ Kemudian diperintahkan (malaikat) agar menyeret atas mukanya dan melemparkannya ke dalam neraka. Berikutnya (yang diadili) adalah orang yang diberikan kelapangan rezeki dan berbagai macam harta benda. Ia didatangkan dan diperlihatkan kepadanya kenikmatan-kenikmatannya, maka ia pun mengenalinya (mengakuinya). Allah bertanya : ‘Apa yang engkau telah lakukan dengan nikmat-nikmat itu?’ Dia menjawab : ‘Aku tidak pernah meninggalkan shadaqah dan infaq pada jalan yang Engkau cintai, melainkan pasti aku melakukannya semata-mata karena Engkau.’ Allah berfirman : ‘Engkau dusta! Engkau berbuat yang demikian itu supaya dikatakan seorang dermawan (murah hati) dan memang begitulah yang dikatakan (tentang dirimu).’ Kemudian diperintahkan (malaikat) agar menyeretnya atas mukanya dan melemparkannya ke dalam neraka.’’ (HR. Muslim)

1. Membaca Al-Qur’an dalam keadaan suci dari hadats dan najis
Allah ta’ala berfirman: “Sesungguhnya Al-Quran Ini adalah bacaan yang sangat mulia. Pada Kitab yang terpelihara (Lauhul Mahfuzh). Tidak menyentuhnya kecuali orang-orang yang disucikan.” (QS. Al-Waqiah [56]: 77-79)

Meskipun yang dimaksud oleh banyak ahli tafsir makna “al Muthoharun” di dalam ayat ini adalah para malaikat. Namun banyak juga ulama yang berdalil dengan ayat tersebut dan keterangan lain bahwa hendaknya tidak menyentuh mushaf atau membaca Al-Qur’an kecuali dalam keadaan suci. Inilah pendapat yang lebih selamat dan mendekati kebenaran.

2. Dianjurkan menghadap kiblat ketika membaca Al-Qur’an jika memungkinkan
Mengawali bacaan Al-Qur’an dengan membaca “istiadzah” (perlindungan terhadap gangguan setan yang terkutuk.)
Allah ta’ala berfirman:

“Apabila kamu membaca Al-Quran hendaklah kamu meminta perlindungan kepada Allah dari setan yang terkutuk.” (QS. An Nahl [16]: 98)

Menurut jumhur ulama membaca Isti’adzah saat membaca Al-Qur’an di luar sholat hukumnya sunnah. Adapun lafadz isti’adzah menurut jumhur ulama adalah sebagai berikut:

أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ

“ A’udzubillahi minasy Syaithoni Rojim” / Aku berlindung kepada Allah  dari godaan setan yang terkutuk.”

3. Membaca basmalah yaitu bacaan “Bismillahirohmanirrohim” di awal setiap surat kecuali surat at-Taubah.
Dijelaskan oleh sebagian ulama mengapa basmalah tidak dicantumkan di awal surat, karena surat tersebut berisikan baroah (pemutusan hubungan) antara kaum muslimin dengan orang kafir serta berisi tentang jihad dan perang terhadap orang kafir.

4. Membaca al-Quran dengan penuh kekhusyu’an, tidak bersenda gurau dan tertawa-tawa.
Membaca Al-Qur’an dengan cara tartil.
Allah  berfirman: “…dan bacalah Al-Quran itu dengan cara tartil.” (QS. Al-Muzzammil [73]: 4)

Maksud membaca dengan tartil adalah dengan seksama (perlahan-lahan) seraya memperhatikan hukum tajwid yang benar.

5. Berusaha memperbagus bacaan Al-Qur’an.
زَيِّنُوا الْقُرْآنَ بِأَصْوَاتِكُمْ

“Hiasilah Al-Qur’an dengan suara-suara kalian” (HR. al-Baihaqi)

لَيْسَ مِنَّا مَنْ لَمْ يَتَغَنَّ بِالْقُرْآنِ

“Bukan golongan kami orang yang tidak melagukan Al-Qur’an” (HR. al-Baihaqi)          

Adapun maksud dari melagukan Al-Qur’an adalah memperjelas dan memperbagus suara ketika membaca Al-Qur’an. Sehingga bisa meraih kekhusyu’an dan menggugah jiwa yang mendengarkan.

6. Memilih waktu dan tempat yang tepat dalam membaca Al-Qur’an.
Diantara waktu yang tepat untuk membaca Al-Qur’an ketika dalam sholat di malam hari. Semakin mendekati sepertiga malam semakin baik. Adapun tempat yang paling bagus yaitu di masjid-masjid Allah.

Allah  berfirman:

“Hai orang yang berselimut (Muhammad). Bangunlah (untuk sembahyang) di malam hari, kecuali sedikit (daripadanya). (yaitu) seperduanya atau kurangilah dari seperdua itu sedikit. Atau lebih dari seperdua itu. dan bacalah Al-Quran itu dengan cara tartil (perlahan-lahan).” (QS. Al Muzzammil [73]: 4)

7. Melakukan sujud tilawah jika membaca ayat-ayat sajdah.
Sujud tilawah adalah sujud setelah membaca ayat-ayat sajdah (ayat-ayat yang diperintahkan bagi pembacanya untuk sujud). Nabi bersabda:

إِذَا قَرَأَ ابْنُ آدَمَ السَّجْدَةَ فَسَجَدَ ، اعْتَزَلَ الشَّيْطَانُ يَبْكِي يَقُولُ : يَا وَيْلَهُ وَفِي رِوَايَةِ أَبِي كُرَيْبٍ يَا وَيْلِي أُمِرَ ابْنُ آدَمَ بِالسُّجُودِ فَسَجَدَ فَلَهُ الْجَنَّةُ ، وَأُمِرْتُ بِالسُّجُودِ فَأَبَيْتُ فَلِيَ النَّارُ

“Jika anak Adam membaca ayat sajadah, lalu dia sujud, maka setan akan menjauhinya sambil menangis. Setan pun akan berkata-kata: “Celaka aku. Anak Adam disuruh sujud, dia pun bersujud, maka baginya surga. Sedangkan aku sendiri diperintahkan untuk sujud, namun aku enggan, sehingga aku pantas mendapatkan neraka.” (HR. Muslim)

8. Sujud tilawah dilakukan dengan sekali sujud. Adapun bacaan sujud tilawah adalah bacaan ketika sujud biasa di dalam sholat (سُبْحَانَ رَبِيَ اْلأَعْلَى). Atau membaca doa. Banyak doa yang beredar tentang doa sujud tilawah namun yang jelas-jelas shohih adalah sebagai berikut:

اللَّهُمَّ لَكَ سَجَدْتُ وَبِكَ آمَنْتُ وَلَكَ أَسْلَمْتُ سَجَدَ وَجْهِى لِلَّذِى خَلَقَهُ وَصَوَّرَهُ وَشَقَّ سَمْعَهُ وَبَصَرَهُ تَبَارَكَ اللَّهُ أَحْسَنُ الْخَالِقِينَ

“Ya Allah  untuk-Mu aku bersujud. Dan kepada-Mu aku beriman. Dan untuk-Mu aku berserah diri. Bersujud wajahku kepada yang menciptakan Wajahku bersujud kepada Penciptanya, yang Membentuknya, yang Membentuk pendengaran dan penglihatannya. Maha Suci Allah Sebaik-baik Pencipta)” (HR. Muslim)

9. Bertadabbur terhadap ayat-ayat Al-Qur’an yang sedang dibaca.
Allah ta’ala berfirman: “Ini adalah sebuah Kitab yang kami turunkan kepadamu penuh dengan berkah supaya mereka memperhatikan ayat-ayatNya dan supaya mendapat pelajaran orang-orang yang mempunyai fikiran. (QS. Shod [38]: 29)

10. Berusaha menangis ketika membaca Al-Qur’an adalah terutama ketika membaca ayat-ayat tentang dahsyatnya adzab neraka.
Tidak mengeraskan bacaan Al-Qur’an ketika didapati di sekitarnya ada orang yang berdoa atau sholat.
Hal ini sebagaimana hadits berikut ini:

أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ خَرَجَ عَلَى النَّاسِ وَهُمْ يُصَلُّونَ وَقَدْ عَلَتْ أَصْوَاتُهُمْ بِالْقِرَاءَةِ فَقَالَ إِنَّ الْمُصَلِّي يُنَاجِي رَبَّهُ عَزَّ وَجَلَّ فَلْيَنْظُرْ مَا يُنَاجِيهِ وَلَا يَجْهَرْ بَعْضُكُمْ عَلَى بَعْضٍ بِالْقُرْآنِ

“Bahwasanya Rosululloh  keluar menemui manusia sementara mereka sedang sholat (di masjid) dan suara bacaan Al-Qur’an mereka meninggi. Maka nabi  berabda:  “Sesungguhnya orang yang sholat sedang berunajat kepada Robbya Yang Maha Mulia dan Maha Tinggi maka hendaknya masing-masing memperhatikan munajatnya dan janganlah sebagian mengeraskan suara di atas yang lain dalam membaca Al-Qur’an.” (HR.Ahmad)

11. Menutup bacaan Al-Qur’an cukup dengan berhenti atau diam saja.
Tidak menjadikan bacaan “shodaqollahul adzim/Maha Benar Allah (dengan segala firman-Nya)” sebagai bacaan yang senantiasa dibaca setiap kali selesai membaca Al-Qur’an. Sehingga terkesan bahwa bacaan tersebut merupakan bacaan khusus dalam mengakhiri bacaan Al-Qur’an

Disunnahkan berdoa ketika menghatamkan Al-Qur’an dengan doa-doa kebaikan.
Hal ini sebagaimana atsar/riwayat shohih dari Anas bin Malik yang diriwayatkan Imam Ad Darimi bahwa Anas ketika ia menghatamkan Al-Qur’an maka ia mengumpulkan keluarganya dan berdoa.”

Meletakkan Al-Qur’an di tempat yang layak dalam keadaan tertutup.
Sebaiknya di letakkan di tempat yang bersih, rapid an lebih tinggi. Jangan sampai meletakkan al-Qur’an berceceran di lantai. Hal tersebut demi memuliakan kitabullah. Jika buku kesayangan kita saja kita simpan dan letakan di tempat yang layak. Tentu kitabllah jauh lebih dari itu.

Ust. Abu Azam Hawari, Lc, M.E.I

Nak tahu cara cepat Belajar Quran?

019-960 4616
Azya

5 Tips Lancar Membaca Al-Quran

Pertama-tama lakukan hal ini terlebih dahulu:

Sebelum membaca al-qur’an, sebaiknya mengambil wudhuk, agar suci dari hadas dan najis. Carilah tempat yang tenang , agar dapat membaca al-qur’an dengan tenang. Insya allah, bacaan itu akan menjadi nilai ibadah yang di ridhai oleh Allah SWT.

Tata Caranya:
Ada 5 hal penting yang harus diperhatikan agar bisa membaca alquran dengan baik dan bena

1. Kita harus bisa membaca huruf hijaiyyah yang berjumlah 28 huruf.
Sama seperti jika kita hendak belajar membaca bahasa indonesia. jika kita mengetahui dan bisa membaca 28 huruf hijaiyyah dengan benar, hal ini merupakan modal utama kita untuk bisa membaca alqur’an, karena isi alquran adalah bacaan yang didalamnya tersusun dari 28 huruf hijaiyyah.


2. Setelah faham dan mampu membaca huruf hijaiyyah dengan fasih, tahapan selanjutnya adalah mempelajari tanda baca, yaitu, fathah, kasrah, dan dhommah.

3. Menguasai atau paling tidak mengetahui mengenai isyarat baca di dalam alquran.
didalam tata cara membaca alquran ada banyak isyarat tanda baca, seperti, Mad Arid Lissukun, Mad Wajib Muttasil, dll. Isyarat baca ini memang tidak sering muncul di dalam alquran, frekuensi kemunculannya sedikit, namun hal ini penting diperhatikan dan dipelajari karena jika tidak kita belum bisa dikatakan fasih membaca alquran kalau tidak memperhatikan isyarat baca ini.

4. Mengetahui dan menguasai teknik membaca alquran, seperti Idgham, Qalqolah, dll. 
Idgham adalah teknik membaca dengung, seperti halnya jika ada huruf hijaiyyah “nun” mati bertemu dengan “Mim”. Jika kita menemukan kalimat ini maka teknik membacanya harus dengung, dapat juga dikatakan Idgham Bighunnah.

5. Amalkan
Seseorang tidak akan bisa membaca alquran dengan fasih jika tidak pernah mempractice-kan. Bacalah Alquran secara rutin, sebelum waktu masuk subuh atau setelah maghrib adalah waktu yang bagus untuk membaca alquran. Perlu diingat, jika kita masih belum fasih dalam membaca alquran, ada baiknya jika ada yang membimbing anda selama kita membaca alquran, agar jika ada kesalahan baca pendamping anda bisa membetulkan dan kita bisa langsung memperbaiki kesalahannya.


Itulah sedikit Tips bagaimana cara belajar membaca alquran dengan benar dan cepat dari saya. Semoga sedikit banyaknya tulisan ini bermanfaat bagi yang membacanya

Nak tahu cara cepat Belajar Quran?

019-960 4616
Azya

30 Manfaat Baca Al-Quran

Al Quran sebagai wahyu dari Allah SWT yang diturunkan kepada Baginda Nabi besar Muhammad SAW yang menjadi pedoman bagi setiap umat manusia sebagai pedoman hidup guna menunjukkan kepada jalan kebaikan dan kebenaran, mengingatkan manusia agar berpegang teguh pada Al Quran untuk selamat di Dunia dan Akhirat.

Jika suatu buku memiliki suatu nilai manfaat dari setiap isinya, maka alquran banyak memiliki manfaat dan menjadi tuntunan hidup atau pegangan manusia dalam hidup didunia. Bahkan Al Quran memiliki keistimewaan bagi setiap orang yang membacanya, bahkan dalam sabda

Rasulullah SAW yang berbunyi :

” Ibadah yang paling istimewa adalah membaca Al Quran dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari”. Bahkan dari tiap 1 ayat yang dibaca mengandung 10 kebaikan di dalamnya. Karena keistimewaan Al Quran mampu membuat hidup manusia menjadi aman dan tentram.

Berikut ini sepenggalan manfaat mempelajari, membaca dan mengamalkan Al Quran, diantaranya adalah :

1. Dari tiap ayat Al Quran yang dibaca mengandung 10 kebaikan di dalamnya

2. Al Quran sebagai pedoman hidup manusia untuk menuntun kepada jalan kebaikan, kebenaran dan keselamatan

3. Al Quran sebagai penyejuk hati bagi siapa saja yang membacanya

4. Al Quran mampu memotivasi diri dan pemberi semangat

5. Al Quran sebagai sebuah peringatan besar dan teguran akan sifat dan perilaku manusia

6. Al Quran sebagai pelebur segala emosi dan amarah yang mampu mendamaikan dan memberi ketenangan yang tidak dapat dilukiskan atau digambarkan seperti halnya yang terjadi pada Sayyid Quthb Rahimakumullah

7. Al Quran sebagai sarana komunikasi diri dengan Allah SWT

8. Al Quran sebagai pengingat akan kebesaran Allah SWT

9. Dalam sebuah janjiNya, Allah SWT berjanji akan memberikan segala kebutuhan dan mencukupi segala kehidupan manusia di dunia dan di akhirat serta mengangkat derajat manusia meski di dunia hidup penuh dengan segala kekurangan

10. Al Quran akan menjadi pelindung diri bagi siapa saja yang membacanya dari tiap ayat yang dibacanya

11. Al Quran bagi siapa saja yang memahami dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari akan semakin bertambah ilmunya

12. Siapa saja yang mempelajari dan memahami Al Quran bagaikan menyelami luasnya samudera kehidupan dan menikmati anugerah kehidupan yang dirasakannya serta mengambil segala hikmah dan manfaat dari Al Quran

13. Seseorang yang rajin membaca Al Quran memiliki jiwa yang sejuk, penuh dengan kesabaran, hati yang jernih, jiwa dan pikiran yang lapang, dan wajah yang bercahaya

14. Menjadikan seorang yang kreatif, penuh motivasi dan inovatif

15. Membuat manusia semakin dekat dengan Sang Maha Pencipta Dunia dengan segala isinya

16. Membuat seseorang menjadi bersyukur dengan segala nikmatNya

17. Terhindar dari segala kecemasan, kekhawatiran, rasa pesimis, kesedihan, selalu penuh dengan harapan dan kegembiraan

18. Selalu mendapat jalan kemudahan, kebaikan dan petunjuk serta mengingatkan diri dari hal-hal yang dilarangNya

19. Bagi seseorang yang membaca dan mengamalkannya, merasakan senantiasa dalam setiap langkahnya selalu dilindungi oleh Allah SWT

20. Sebagai pelebur dosa, yang mengingatkan manusia akan dosa-dosa dan mencegah dirinya kembali dalam dosa

21. Memperkuat keimanan, ketaqwaan dan penjagaan diri

22. Memudahkan segala rizki

23. Sebagai pintu keberkahan bagi siapa saja yang membacanya

24. Dijadikan sebagai manusia yang terbaik

Dari `Utsman bin `Affan, dari Nabi bersabda : “Sebaik-baik kalian yaitu orang yang mempelajari Al Qur`an dan mengajarkannya.” H.R. Bukhari.

25. Akan dikumpulkan bersama para Malaikat Allah

Dari `Aisyah Radhiyallahu `Anha berkata, Rasulullah bersabda : “Orang yang membaca Al Qur`an dan ia mahir dalam membacanya maka ia akan dikumpulkan bersama para Malaikat yang mulia lagi berbakti. Sedangkan orang yang membaca Al Qur`an dan ia masih terbata-bata dan merasa berat (belum fasih) dalam membacanya, maka ia akan mendapat dua ganjaran.” Muttafaqun `Alaihi (Keuntungan dan kebaikan).

26. Sebagai syafa`at dan penyelamat di Hari Kiamat

Dari Abu Umamah Al Bahili t berkata, saya telah mendengar Rasulullah bersabda : “Bacalah Al Qur`an !, maka sesungguhnya ia akan datang pada Hari Kiamat sebagai syafaat bagi ahlinya (yaitu orang yang membaca, mempelajari dan mengamalkannya).” H.R. Muslim.

27. mendapatkan segala kenikmatan yang tiada batasnya

Dari Ibnu `Umar, dari Nabi bersabda : “Tidak boleh seorang menginginkan apa yang dimiliki orang lain kecuali dalam dua hal; (Pertama) seorang yang diberi oleh Allah kepandaian tentang Al Qur`an maka dia mengimplementasikan (melaksanakan)nya sepanjang hari dan malam. Dan seorang yang diberi oleh Allah kekayaan harta maka dia infaqkan sepanjang hari dan malam.” Muttafaqun `Alaihi.

28. Sebagai ladang pahala

Dari Abdullah bin Mas`ud t berkata, Rasulullah e : “Barangsiapa yang membaca satu huruf dari Kitabullah (Al Qur`an) maka baginya satu kebaikan. Dan satu kebaikan akan dilipat gandakan dengan sepuluh kali lipat. Saya tidak mengatakan “Alif lam mim” itu satu huruf, tetapi “Alif” itu satu huruf, “Lam” itu satu huruf dan “Mim” itu satu huruf.” H.R. At Tirmidzi dan berkata : “Hadits hasan shahih”.

29. Untuk Kedua orang tuanya mendapatkan mahkota dan kenikmatan surga

Dari Muadz bin Anas t, bahwa Rasulullah e bersabda : “Barangsiapa yang membaca Al Qur`an dan mengamalkan apa yang terdapat di dalamnya, Allah akan mengenakan mahkota kepada kedua orangtuanya pada Hari Kiamat kelak. (Dimana) cahayanya lebih terang dari pada cahaya matahari di dunia. Maka kamu tidak akan menduga bahwa ganjaran itu disebabkan dengan amalan yang seperti ini. ” H.R. Abu Daud.

30. Mendapatkan kenikmatan Syurga dan di penuhinya segala apa yang diinginkan

Mungkin ketika di dunia hidup dalam serba keterbatasan dan kekurangan, karena rajin membaca serta mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari, menjadikannya sebagai pribadi yang tangguh, taat dan menjalankan perintah dan laranganNya. Niscaya akan mendapatkan kenikmatan luar biasa yang tidak pernah di dapat ketika di dunia.

Masih banyak manfaat dan keutamaan lainnya dari membaca Al Quran yang bila kita mengilhami dan terus mempelajarinya tak akan mampu menghitung berapa banyak manfaat dan anugerah serta nikmat yang telah diberikan-Nya.

==================
Nak tahu cara cepat Belajar Quran?

019-960 4616
Azya

7 Teknik Mengatur Nafas Saat Membaca Alquran

Berikut ini akan diuraikan tentang Teknik Mengatur Nafas Ketika Membaca Alquran.


1. Menanamkan hobi mendengarkan dan membaca Alquran di dalam lingkungan keluarga. 

Agar senang memupuk hobi membaca Alquran pada diri anak, maka perlu sokongan keluarga. Orangtua harus mula membiasakan membaca Alquran dengan baik dan betul (tartil) di depan anak-anak. Hal ini boleh memengaruhi orang lain di dalam keluarga sehingga tertarik untuk melantunkan Alquran dengan tartil.


2. Perlu pendamping saat belajar membaca Alquran. Berdasarkan pengalaman, anak2 di saat belajar membaca Alquran (iqra) selalu didampingi oleh ayahsang ayah.

3. Belajar huruf-huruf asas bahasa Arab. Dibandingkan huruf-huruf lain, anak2 lebih menyukai belajar sejak awal huruf-huruf dasar bahasa Arab.

4. Belajar variasi nada dalam melantunkan Alquran. Setelah merasa menguasai huruf-huruf dasar bahasa Arab, anak2 akan mulai memberanikan diri untuk belajar menguasai variasi nada dalam membaca Alquran.

5. Belajar membaca Alquran bersuara merdu dengan diulang-ulang selepas shalat Isya'. 

Dengan di temani ibu, anak2 membiasakan belajar melantunkan ayat-ayat Alquran selepas shaat Isya'. Cara belajarnya dengan diulang-ulang, terus-menerus hingga dirinya benar-benar menguasai lantunan ayat Alquran tersebut.

6. Belajar mengatur nafas diafragma. Saat masih kecil, anak2 tidak kesulitan membaca Alquran dengan suara melengking serta nyaring. Tetapi setelah kini beranjak besar, sudah harus dimulai untuk belajar mengatur nafas diafragma sebab semakin tumbuh dewasa, anak2  mengalami perubahan suara. Suaranya semakin berat.

7. Terus berlatih menguasai perubahan suara.


Nak tahu cara cepat Belajar Quran?

019-960 4616
Azya